Satu-Satunya

Illustrasi: (Dok.Net)

Nyanyian petaka
Menjadi tak seindah dulu
Saat itu dua lagu dialunkan
Dalam beberapa foto


Seperih menyayat kulit tubuhku sendiri
Aku tersenyum kesakitan
Karena mengingatmu
Membuatku bodoh


Mengapa hal itu kulakukan
Meski kau menerima
Tapi kau pula yang membuatku trauma


Bab hidupku kali ini berserakan
Tak karuan tak beraturan
Meski namamu masih kudekap


Meski dua lagu itu indah
Banyak kenangan bersamamu
Dan kamulah
Satu-satunya perempuan
Yang membuatku berterimakasih kepada Tuhan


Bahagialah bersamanya
Semua ini renacana Tuhan


Bandung, Januari 2016

0 komentar:

Posting Komentar

My Instagram