Reading
Add Comment
Tadi, senoktah rindu di balik koridor
Stimuli itu menggema di khilafku
Hujan menjadi elegi di Minggu pagi
Kamu terlihat menggigil oleh hatiku
Kenapa harus serindu ini?
Membayangkan ketidaktahuan
Mengkhayalkan kecanduan
Kamu tertikam selimut pagi itu
Lalu membaca kembali
Terkadang heran sendiri
Ada yang bisa semacam ini
Semacam telepathy liar di dini hari
Padahal jauh, jauh sekali
Antara koridor satu dengan lainnya
Padahal jauh, jauh sekali
Antara monitor satu dengan lainnya
Bandung, Februari 2016
Puisi
0 komentar:
Posting Komentar