Parau

Ilustrasi: (Dok.Net)
Migrain menyumpahku menumpahkan bir itu
Gemerencik dari semprotan keran wastafel mengharu
Duhai, mahasajak!
Renjana itu begitu ranjau

Parau suara si kendang
Menyelundup pada faring yang radang
Amandel menghimpit rongga mulutnya
Hingga sulit melipur perihnya

Duhai mahasajak!
Parau ini semacam benalu
Di akar-akar semak belukar
Atau perempuan-perempuan di dalam bar

Alur pencahayaan direka
Bagai  pohon oak berbidadari
Terpatri kunang-kunang
Saling tari-menari

Padahal saraf-saraf  jantungnya menali
Dalam segelas bir di mejanya
Merasakan parau di setaip teguknya
Dalam tarikan napas yoganya


Bandung, Maret 2016

0 komentar:

Posting Komentar

My Instagram