Reading
Add Comment
![]() |
| Ilustrasi: (Dok.Net) |
Oleh: Rina Rahadian S
Beberapa bait rumit
Kulipat rapih dan kusimpan jauh dari pandangan
Saat itu hatiku menginginkannya
Biar kulipat saja
Tak usah kuremas
Aku ingin menyimpannya
Biar menjadi tabungan ingatanku
Aku ingin mempelajarinya
Biar kuperbaiki
Seketika,
Luka menghujam tanpa permisi
Aku sadar kembali
Luka itu sangat membekas
Ya kesepian yang begitu kronis
Andai ada yang menemani
Satu saja, tak butuh banyak
Satu yang tulus, dan satu yang takan pergi
Tapi khayal,
Tidak ada satu yang seperti itu
Ada beban disekujur tubuhku
Berat dan begitu melelahkan
Tapi ku rapihkan saja
Ada dia di sela ingatanku
Tak tertahan rinduku
Tapi kusimpan saja
Ada air di seluruh pipiku
Basah dan menyakitkan mata
Tapi ku biarkan saja
Ada yang tahu?
Cerita malam ini, aku tersadar kembali akan kesepian yang mengutuk.
Kesendirian yang tak pernah lelah.
Rindu yang takan berujung.
Hatiku sangat sakit saat ini,
Lelah menanggung dan memakannya sendiri.
Bahkan dia melarangku berimajinasi,
Sedang dia pemberi harap yang besar.
Cerita malam ini, kelaparan karena sendiri.
Di juni yang mulai meninnggalkan Juli.
Bandung, 2016
Puisi
0 komentar:
Posting Komentar