BAU DOSA MANUSIA

Ilustrasi: dok.net

Adalah perempuan sore yang menyakitkan
Kenangan itu telah menyeretku
Pada sebuah lembah yang telah beruban
Uban-ubannya tumbuh tak keruan

Karena kini kantuk-kantuk bumi telah nampak
Aku melihat di sudut utara
Ada seseorang yang kesakitan
Dan sampai saat ini dia tak berhenti
Mengepang lempengan-lempengan es batu
Sendirian
Sambil menangis diam-diam
Sehingga menyatulah air matanya dengan salju

Adalah perempuan hujan yang penyendiri
Bau dosa dari jemuran pahala semakin menumpuk
Aku termenung di depan jendela
Ba'da subuh
Lalu melihat seseorang menangis di depan jenazah ibunya
Darahnya bercucuran

Karena kini jalanan telah berani menelanjangi 
Ribuan rerumputan yang sedang berciuman
Lantas menguburnya dengan aspal-aspal 
Dan bangunan-banguan yang edan

Bau dosa manusia menurut perempuan kopi
Adalah bau kopi yang airnya 
Berasal dari air mani yang bercampur dengan darah
Tanpa dikarantina
Lalu melahirkan setiap serbuk kopi yang haram

Bandung, 2016

0 komentar:

Posting Komentar

My Instagram