Adu Bibir


Ilustrasi: (dok.net)

Barangkali jika saya menjadi perempuan penggoda akan mudah untuk mendapatkan lelaki yang saya damba

Maka setiap malam saya akan mengirimi pesan singkat kepadanya, sekedar memastikan ‘kapan kau bawa aku ke rumah?’

Mungkin menjadi perempuan memang rumit, tapi di sela-sela diskusi bersama bapak saat itu, di jam setengah sebelas malam, bapak berkata ‘karena perempuan itu seperti tulang rusuk, dibiarkan tetap bengkok, diluruskan akan patah.’

Lalu saya adu bibir dengan cangkir saat itu, menikmati teh hangat di tengah-tengah gundah yang meraba-raba dada

Lantas saya tepar dalam risau, apakah perempuan harus menunggu atau merayu terlebih dahulu? Lalu apakah yang terbaca oleh lelaki jika ada perempuan yang rela menunggu dan merayu?

Barangkali asyik juga jika saya adu bibir dengan ratusan kunang-kunang yang menjelma menjadi bibir-bibir bumi di hutan larangan, karena nyatanya memikirkan hal ini membuat saya berpikir tak keruan

2016

0 komentar:

Posting Komentar

My Instagram