Reading
Add Comment
Flamboyan tulisan miring ke kiri
Berjinjing gitar, lalu menangislah
Asap rokok mengepul dan berlari
Secangkir kopi, lalu sendirilah
Sederhana, ia hanya ia
Bersama jaket rajutnya
Ditusuk nestapa
Dan mengiba
Namun, arogan
Lalu, memainkan rokoknya
Mengeluarkan asap
Jadi semakin arogan
Gaya rambutnya yang memesona
Jari-jemarinya yang lincah
Ia meresapi, menjiwai
Semakin aku terpesona
Pejaman matanya
Jeritan hatinya
Aku tahu itu
Itu begitu kontinyu
Mungkin egois pula
Dengan santai ia mengisap asap
Lalu, mengeluarkannya
Teringat kembali tentang kekelaman hidup
Terus memetik gitar kembali
Bernyanyi
Menangis
Dan tidur
Lalu, sulit bangun
Begitulah, entah siapa
Siklus hidup
Yang cukup menarik.
0 komentar:
Posting Komentar