Reading
Add Comment
Jika aku meronta-ronta, benarkah aku sehati dengan langit di senja ini?
setidaknya kita senada dengan jingga
Bumi Bandung entah mengapa meraung-raung?
Ah ini mengasyikan ketika langit bersenandung lembayung, tak apa jika bumi terus dihujam riak hujan..
Mungkin dengan hujanlah sontak hati menyelimuti, tidakkah hal ini sulit diterka dalam syahdu yang merajam bela?
Ini mudah, ketika langit jadi tempat menengadah namun angin sulit mengamini..
Ia hanya lalu lalang, hinggap, hilang dan menyisihkan guncangan pada ilalang, dan ia yang sukar hilang
Dialog bersama Febby Noor Fadhillah
0 komentar:
Posting Komentar