Reading
Add Comment
Ini hanya sebuah sunyi
Berbeda sedikit dengan sebongkah hening
Feodal lalu hedon, bernyanyi
Merangkak menuju hakiki yang bening
Sempat ragu
Hingga aku
Termangu
Menunggu
Kembali atau mati?!
Kebetulan kau seperti peti
Ruangan sempit
Yang saling mengapit
Kembali atau mati!?
Kebetulan kau seperti puisi
Bermajas
Bahkan malas
Hiruk pikuk suara perkutut
Kepada-Nya ia berlutut
Menanyakan hal yang patut
Siapakah yang akan terpaut?
Antara yang melintang
Dan bintang berwarna zebra
Antara suara lantang
Dan hati huru hara
Kembali atau mati?!
Aku lali
Kau mencermati
Siapa yang kembali, siapa yang mati
Yang kuinginkan
Kau kembali
Aku takkan mati
Karena kau yang kuinginkan
Jika kau mati
Aku tak bisa menanti
Merasai
Dan tak pernah mati
Upik sepertiku selalu tercekik
Tatkala roman memanah dengan galah
Menanti sungguh mencekik
Panahnya menusuk jantung hingga berdarah
Kembali atau mati!?
Aku ingin, sama-sama hidup
Kau kembali
Dan kita mati dalam nista hidup
Kembali atau mati?!
Aku tak bisa memaksa
Karena kau kenali
Aku, sedikit berjasa
Puisi
0 komentar:
Posting Komentar