Reading
Add Comment
Besi-besi seperti bui
Membuat celah-celah
Aku menyeka jilbab
Lalu, kutundukkan pandanganku
Merenggut seonggok napas
Lalu, kutegakkan kepalaku
Ah, dia!
Adakalanya terpesona
Dia berjalan
Dan, tersibak rambut sebahunya
Lantai dua Begitu menakjubkan
Di kala itu hijau dan hitam
Menurutku jadi lebih berarti
Senja tadi,
Menyuguhkan gertak
Yang ambigu di nadiku
Puisi
0 komentar:
Posting Komentar