Lantai Dua

Besi-besi seperti bui 
Membuat celah-celah 
Aku menyeka jilbab 
Lalu, kutundukkan pandanganku
Merenggut seonggok napas 
Lalu, kutegakkan kepalaku 
Ah, dia! 
Adakalanya terpesona 
Dia berjalan 
Dan, tersibak rambut sebahunya 
Lantai dua Begitu menakjubkan 
Di kala itu hijau dan hitam 
Menurutku jadi lebih berarti 
Senja tadi, 
Menyuguhkan gertak 
Yang ambigu di nadiku

0 komentar:

Posting Komentar

My Instagram