Upayaku mengepakkan sayap tanpa gagap
Hatiku tegak seperti barisan orang-orang yang berdiri tegap
Hey, kau tahu, coklat itu warna apa?
Dan itulah warna siuet nyataku
Aku tidak seputih dan semulus wanita yang kau cari
Tapi aku tidak semudah mereka utnuk kau dapati
Aku begitu sulit
Sesulit memecahkan apa itu warna coklat?
Memang benar, untuk saat ini ada beberapa
Aku tak mengapa jika mereka semakin menyepi
Karena aku tak pernah memulai untuk bagaimana
Yang jelas aku tetap bersandar pada diri
Siluetku tidak seperti sarasvati
Siluetku hanya ada pada orang yang senang ber-telepathy
Tentang warnanya, tergantung yang sedang menanti
Aku hanya ingin dinanti
Andai, aku memeliki hal-hal
Yang tak mahal
Tapi itu menyangkut beberapa hal
Yang jika dimiliki teramat mahal
Tanpa kau tampik
Jika aku nampak
Dan berjalan setapak
Di atas dunia yang apik
Siapapun itu
Yang dihatinya terpatri siluetku
Aku hanya bisa menunggu
Tanpa mengenal dan mengingatmu
Karena aku senang dengan hal yang tak terduga
Karena aku senang di kala dua insan
Saling mencintai tanpa mengatakan
Jadi sebuah ironi yang kurindukan dan terduga
Siluet setengah hati dari masing-masing insan
Dari jauh pun dapat menyatu apalagi dari dekat
Karena tanpa skat yang pasti mencinta satu insan
Dari sini aku menunggu agar kita semakin dekat
Namun, siluet di hatiku saat ini masih blur
Bagai muram dalam bilur
Tolong fokuskan, tapi hanya untuk orang yang mengerti
Misalnya, orang yang mengerti teknik membidik objek dari berbagai dimensi
Ya, aku di sini
Mestinya kau pun
Reading
Add Comment
0 komentar:
Posting Komentar