Reading
Add Comment
Desember menjadi sesuatu yang kelu
Bagaikan luka tembok bekas paku-paku
Tulang rusukku sakit
Karena tubuhnya pergi
Entah kemana
Desember menjadi sesuatu yang indah
Bagaikan wajahmu yang sumringah
Senyumku tiada henti
Karena kamu memulai percakapan saat hujan
Sungguh, menghangatkan
Desember menjadi sesuatu yang sakit
Aku menangis meringkih
Sakit, sakit sekali
Hingga napasku sesak dijejali luka
Lalu aku berhenti
Tapi tetap mencari
Betapa bodohnya
Cukup lama aku menanti tanpa berteduh
Tanpa menepi, tanpa berhenti
Cukup lama penantianku sia-sia
Lantas, kutemukan sosok baru
Yang bertolak belakang denganmu
Tapi, di Desember ini aku jatuh lagi
Hingga puisi-puisiku berhamburan
O, Desember
Aku ingin pulang, jauh
Hingga aku tak jumpa dengan sesuatu
Yang bernama cinta
O, Desember
Aku rindu
Kepada api yang membara
Kepada api yang meredup
Kepada api yang padam
Bahkan kepada api yang mengubahnya menjadi abu.
Bandung, 29 Desember 2015
Puisi
0 komentar:
Posting Komentar