Reading
Add Comment
Ada sore yang tak ketahuan
Ada malam yang tak kunjung datang
Ada siang yang tak kunjung terang
Ada nasib yang tak kunjung ditemukan
Jinaknya angin dalam keanggunannya
Ia merasuki tulang hingga ke sum-sumnya
Rikuhnya panas dalam keagungannya
Ia menusuk kulit hingga ke jaringannya
Sama halnya dalam penantianku
Memangku keresahan dan iba
Teganian atas persetujuan ruhku
Manakala aku rehat dan dilema
Ini bukan gelas
Tapi ini air yang mengeras
Air yang akan kusuguhkan
Jika kau kembali
Bandung, Februari 2016
Puisi
0 komentar:
Posting Komentar