Reading
Add Comment
Teparlah sabda dedebuan
Denting kendi tanah liat bertabuh
Resonansinya hingga hatiku gemuruh
Tebarlah sabda dedaunan
Kepulihan hati temaram
Menelisik kedinginan si kalam
Kepiluan hujan semakin menghujam
Mendengar berisiknya denting tiarap tambang
Jeralah, hingga aku sungguh-sungguh jera
Hilanglah, hingga aku benar-benar hilang
Sabda langit membuai kitab kudus
Rentan aku rukuk dalam lurus
Oplosan dalil yang menyiklus
Membuat hati semakin tandus
Lalu, sabda bumi memilu
Mengancam laut, daratan, dan udara
Manakala lelaguan memuji Tuhan
Disalah gunakan
Lantas di mana Nabi baru?
Sudahkah kau bertemu Jibril dalam sanubarimu?
Bandung, Februari 2016
Puisi
0 komentar:
Posting Komentar