Reading
Add Comment
Sedang aku masih takut kegelapan
Kepada yang terhormat, malam gelap
Sembah bulan-Nya berdalih
Kanvas galaksi tak biru lagi
Tarian jenaka si daun kelapa
Kepada yang terhormat, risau angin
Tenunan sepimu halus selembut sutra
Gilanya heningmu jemput sukma pada lara
Sedang aku masih takut kegelapan
Tatkala untaian gerbong kereta melaju
Suaranya mengantarkanku pada kegelapan
Di risau angin malam
Gelombang suaranya memandu kesunyian
Lantas, aku sendiri
Menatap rel-rel yang mati
Bulir-bulir embun mengendap padanya
Jaket tebalku tak mempan menahan dingin
Lalu aku menatap langit tanpa gemintang
Meratapi aku yang aralnya melintang
Bandung, Februari 2016
Puisi
0 komentar:
Posting Komentar