Reading
Add Comment
![]() |
| Ilustrasi: (Dok.Net) |
Tanpa tahun kabisat
Menjemput rindu di Maret
Penambah harap penyesat
Seperti rasa permen karet
Lalu, dia kunyah
Laganya yang angkuh
Dan kedua tangannya di saku
Tunggang langgang dengan kukuh
Matanya yang jinak
Di tahun kabisat
Berharap senyum berundak
Malah lidah menyayat
Lalu, dia mendekat
Tubuhnya bersandar
Di tepi pagar
Dan, hatinya mengenang lekat-lekat
Tentang perempuan
Yang menikam namanya
Di tahun kabisat
Lalu
Bandung, Februari 2016
Puisi
0 komentar:
Posting Komentar