Yang Menawan

Ilustrasi: (Dok.Net)

Kesepadanan telaga hitam
Menuju gilanya pusaran tinta
Si wedang jahe itu 
Perlahan menghangatkannya


Lanjut sehisap rokok di bibirnya
Mengepul menuju kakaknya, awan
Warna-warna itu longsor
Di tebing kanvas yang curam


Lantas seseruput kopi

Ia bungkam 'tuk meredakan panasnya jahe

Tangannya gemulai

Memuliakan jiwa girangnya

Lalu ia menggiring hati menujunya
Terjunlah sesendok ginseng 
Ke mulut yang berasap


Entah apa yang ia maksud
Ruhnya datang membawa tulang
Memukulnya senada dengan tabuh


Sadarlah ia sejenak

Lalu matanya terbelalak
Menyaksikan lukisannya 
Yang menawan


Bandung, Februari 2016

0 komentar:

Posting Komentar

My Instagram