Reading
Add Comment
Hinggaplah bilur waktu menjemu
Kala menjemput geram langit
Julukan digdaya si mucikari
Menjual upik seharga ikan teri
Hinggaplah si kertas-kertas itu
Sebagai saksi
Tatkala lelah dalam ketidakberdayaan
Mereka berjajar memakai rok mini
Atas tuntutan si tuannya
Hinggaplah kekhawatiran
Di antara si korban dan si pelaku
Terkadang hidup bukan karena cinta
Seusai cinta di saat ijab kabul
Setengahnya ekonomi
Seperempatnya status suami
Sepertiganya kehedonan istri
Sepertujuhnya masa depan si anak
Seperseribunya melakukan hal gila
Sangat gila
Lalu menyalahkan Tuhan
Ia tambah gila
Mungkin hidupnya kurang gula
Pemanisnya tak murni
Banyak bahan kimia mungkin
Bandung, Februari 2016
Puisi
0 komentar:
Posting Komentar