Menyabari Aminku

Ilustrasi: (Dok.Net)

Jarum-jarum sunyi itu tetap saja menancap
Hingga pertitiknya mengeluarkan darah
Hingga pertitiknya berbuih nanah
Hingga lapisan epidermisku memipih


Teruslah jarum-jarum itu mematukku

Dan teruslah pertitiknya mengeluarkan darah 
Dan buih nanah
Sehingga lapisan epidermisku semakin pipih


Tangisan isak mengisak dalam isakan
Semakin terisak hingga dadaku sesak
Rasanya pembuluh nadiku akan pecah
Merasakan dua kesakitan
Dan sub-sub kesakitan dari dua kesakitan


Kedua mataku sembab di pagi hari
Pening kepalaku memikirkannya
Sepertinya mati lebih baik
Tapi Tuhan terus saja mengelak
Dan aku sering sabar memendam ini


Untuk kesekian kalinya tubuhku sabar
Menyabari aminku
Dalam ketidaksabaran
Tatkala hatiku mendidih 

Karena gejolak panas dari api timah dan baja


Lalu begini terus napasku
Dalam hening di kedinginan
Lalu begini terus mataku
Dalam sunyi di tangisan


Bandung, Februari 2016

0 komentar:

Posting Komentar

My Instagram