Reading
Add Comment
Sendirilah aku
Ratapi tubuh berpenyakit
Menyudut pilu di ujung monitor
Resapi huruf-huruf yang berguguran
Dan kata-kata yang mengering
Sendirilah aku
Rasuki elegi setiap ruang kosong spasi
Menyendirilah aku di pelupuk koma
Sepadan dengan sayu garis miring
Dan jemari yang tabah
Menyepi di dalam kata sepi
Menyukma di ruang barisan sepi
Menyeka tangis di setiap lorong kata sepi
Tergopoh-gopoh nistaku menari
Awan-awan pun menghentikan dialognya dengan langit
Lalu memaksa hujan terjun pada bumi
Agar aku semakin sepi
Bandung, Februari 2016
Puisi
0 komentar:
Posting Komentar