Reading
Add Comment
Terpaksa ia
kutelan
Karena
lidahku genting
Dan laklakan
semakin infeksi
Sofa-sofa
itu terkelupas
Dari bajunya
yang terbuat dari kulit
Kulit kerbau
Katanya
Mungkin
merenung
Lebih pahit
dari isi kapsul-kapsul
Atau lebih
asam
Dari bulir
jeruk nipis
Cairan
kental itu
Menuju
kerongkonganku
Ia berbaring
saja di sana
Tanpa melaju
menuju usus
Lalu
sofa-sofa itu kutiduri
Kemudian
merenung
Merasakan
kemesraan
Di kesakitan
yang sama
Bandung,
Maret 2016
Puisi
0 komentar:
Posting Komentar