Karena Malam

Ilustrasi: (Dok.Net)
Karena malam adalah larangan bagiku. Tapi, akunya aku mengamini malam itu. Matamu terlunta-lunta mencariku di suatu ruangan. Dan kamu tetap memamah pada hatimu, pada pembicaraanmu atau bahkan tentang puisimu.

Karena malam adalah kutukan yang sakral. Di mana para penikmatnya berjelaga berbondong-bondong dalam renungan batiniah. Mereka menggurutu pada Tuhannya tentang pertanyaan-pertanyaan mendasar.

Karena malam adalah langit yang gosong, sebab di siang matahari adalah tungku yang panas. Lalu mengepulkan asap hitam dan menggumpal menjadi awan gulita.
Karena malam adalah kamu. Tempat aku bersajak di atas hamparan ranum yang bisu.

(M) Bandung, Maret 2016

0 komentar:

Posting Komentar

My Instagram