Reading
Add Comment
![]() |
| Ilustrasi: (Dok.Net) |
Karena malam adalah kutukan yang sakral. Di mana para penikmatnya berjelaga berbondong-bondong dalam renungan batiniah. Mereka menggurutu pada Tuhannya tentang pertanyaan-pertanyaan mendasar.
Karena malam adalah langit yang gosong, sebab di siang matahari adalah tungku yang panas. Lalu mengepulkan asap hitam dan menggumpal menjadi awan gulita.
Karena malam adalah kamu. Tempat aku bersajak di atas hamparan ranum yang bisu.
(M) Bandung, Maret 2016
0 komentar:
Posting Komentar