Reading
2
Comments
Untuk Difa yang ada di Surga, aku rindu
![]() |
| Ilustrasi: (Dok.Net) |
Angin yang tunanetra menabrak kurus tubuhmu
Biarlah, mungkin angin sedang sedih
Tapi kamu jangan jadi tunawicara
Hatimu berdembam
Tubuhmu demam, tapi hati dan pikiranmu tidak
Sobekan embun yang turun
Menjadi teman dalam candu tunggu dalam tugu
Berhelai-helai rambut berjatuhan
Berserakan di kamar itu
Difa, betapa kau agung dalam anggun
Kau tampak hangat memakai mafela ungu
Tersenyum padaku
Kanker itu sudah lenyap Dif,
Kesakitan yang lainnya pun telah tiada
Kamu tidak akan kesakitan di sana
Biarlah kau membalas ini di Surga-Nya
Semoga kau bertemu kakakku juga
Lalu membicarakan tentang kebaikanku
Bandung, Maret 2016 Puisi
2 komentar
Difa udah sehat di sana, Mil.
BalasHapusAku kapan sehat?
BalasHapus