Difa

Untuk Difa yang ada di Surga, aku rindu

Ilustrasi: (Dok.Net)
Dalam isyarat pepohonan, daun-daun hijau bergelantungan
Angin yang tunanetra menabrak kurus tubuhmu
Biarlah, mungkin angin sedang sedih
Tapi kamu jangan jadi tunawicara
Hatimu berdembam
Tubuhmu demam, tapi hati dan pikiranmu tidak

Sobekan embun yang turun
Menjadi teman dalam candu tunggu dalam tugu
Berhelai-helai rambut berjatuhan
Berserakan di kamar itu



Difa, betapa kau agung dalam anggun
Kau tampak hangat memakai mafela ungu
Tersenyum padaku

Kanker itu sudah lenyap Dif,
Kesakitan yang lainnya pun telah tiada
Kamu tidak akan kesakitan di sana
Biarlah kau membalas ini di Surga-Nya
Semoga kau bertemu kakakku juga
Lalu membicarakan tentang kebaikanku

Bandung, Maret 2016

2 komentar

My Instagram