Reading
Add Comment
![]() |
| Ilustrasi: (Dok.Net) |
Liontin itu masih bertengger di persimpangan dadanya
Tak terdengar dia yang sedang berbunga-bunga
Lelah ocehku
Melampiaskan luka yang berlalu
Mengabarkan padaku tentang kasihnya
Melagu dalam lelaguan lugu kasihnya
Menampar seluruh sesakku
Lusuh pilu dalam rekah rindu
Tak berarti jika ku kabarkan
Tentang kebinasaan surgaloka
Tentang rasa yang dulu ia titipkan
Dengan seonggok tinta bertuliskan
Jelas bukan aku
Bukan pula kisah lalu
Tentang aku si madewi
Sang penunggu rindu jalanan
Di kota remang-remang
Sempat gelap karena rindu
Enggan terang karena sendu
Tak punya malu tuk bertamu
Tak punya emas tuk menjamu
Tak punya pula senyum candu
O, madewi
Pergimu tak beralas
Rayumu tak pernah tuntas
O, pujangga
Kembalimu ku nanti
Seperti datangmu
Yang misteri
Bandung, ngobrol puisi bersama Rina, Nadia U, dan Nuzulul Maret 2016 Puisi
0 komentar:
Posting Komentar