O Pendusta

Ilustrasi: (Dok.Net)
O pendusta
Inginmu padaku dulu
Sirnanya hadirmu
Sari pati rindu

Masih tentang rindu
Menyulut asap lewat bibir-bibir pecah
Meneguk anggur hitam
Sembari menelan kesakitan

Lupa akan malam
Malam yang mencengkram
Meraba dinding cermin

Tuhan maafkan...
Tatkala insomnia aku lupa doa
Dosakah aku pada kenangan?
Doaku hanya tentangnya

O pendusta
Mendusta di jam satu pagi
Berkhayal tentang jika
Semacam kepastian yang ambigu

Lelah tak berarti
Sedu sedan doa-doa tersendat sukma
Kalbuku menatap kepergiannya
Harusnya aku pulang
Berpamitan pada tubuhku sendiri

Melepaskan resah rinduku
Dan mengadu pada retaknya hatiku
O pendusta

Bandung, berpuisi di pagi hari bersama Rina dan Nadia U, Maret 2016

0 komentar:

Posting Komentar

My Instagram