Mamah

Ilustrasi: (Dok.Net)

Seperdu empedu sore pecah
Di beberapa patokan sel jalanan
Memecah dalam retakan aspal hitam
Menyedih di antara tembok di tepian

Mamah,
Malam mengadu kepadaku
Katanya ia rindu pada perempuan hitam
Macam aku

Jurai akar-akar pohon rindang
Mengantarkan penunggunya
Ke punggung dahan yang besar

Mah,
Setidaknya seduhan kopi
Tak cukup kuhabiskan
Di dalam kamar yang sunyi
Untuk sekedar memelototi puisi-puisi

Katanya mereka ingin mendangarkan
Kisah nabi-nabi dari mulutku
Di malam hari
Yang begitu larut

Bandung, Maret 2016

0 komentar:

Posting Komentar

My Instagram