Reading
Add Comment
Dia didekap lafadz-lafadz bertuhan
Menyulap rahang paha menjadi ikan tuna
Kamulah yang waktu itu tersenyum
Pada ranting-ranting debu yang berkeliaran
Di dadamu ada dedemit yang tersandar manja
Meraba-raba relung hatimu
Telunjuknya menari-nari di dalam sana
Disangka ada namanya sedang tersandar manis
Skema angin menelisik di bagan April
Bertumpu pada dahan-dahan euforia
Menginduk pada perkiraan tuan senja
Ah, April!
Sebuah bulan yang sempoyongan
Air mukanya memerah malu-malu
Menjamah tirai lagu si jalu
Dan melulu pada dedemit yang ragu
Bandung, April 2016
Puisi
0 komentar:
Posting Komentar