Reading
Add Comment
![]() |
| Ilustrasi: (Dok.Net) |
Puisi bagiku segalanya
Wahai pak kurus
Kau pernah menyebut Plato itu goblog
Dan orang yang mengutip pemikirannya itu lebih goblog
Puisi bagiku segalanya
Aku marah, saat puisi itu tidak penting
Berada di sini
Rasanya bagaikan menelan meteor
Dan langsung meledak di tubuhku
Puisi bukan lokawigna
Bukan pula imitasi dari nirwana
Pokoknya puisi bagiku segalanya!
Tapi urat-urat lehermu itu
Menggiurkan
Bandung, April 2016
Puisi
0 komentar:
Posting Komentar