Reading
Add Comment
![]() |
| Ilustrasi: (Dok.Net) |
BALA-BALA MANUSIA
Karena manusia pilih-pilih
Sebagaimana memilih pangan
Padahal hati tidak seperti itu
Bukan pasar
Bukan toko
Yang tak laku
Gulung tikar
Menyendiri
Lalu tersedu sedan
Bandung, April 2016
***
Setiap pagi, ketika hati kita saling berpamitan pada malam. Pada malam yang memiliki sekelumit bayangan seseorang. Mia seorang penyiar radio di Bandung, pun kini sebagai bendahara umum BEM-J Jurnalistik 2016, tidak pernah lelah siaran radio di Line-ku. Deretan lagu tentang jatuh cinta, patah hati, rindu, dan semuanya yang mengacu pada perbincangan tentang jodoh. Kalian bisa membayangkan, ketika pagi itu sangat dingin, lalu Mia mengirimkan lagu-lagu sendu. Aaaaaah, menjadi sangat dingin, dingin di kehampaan hati.
Sedang aku mengirim lagu Kasih-Deddy Dores kepada Mia. "Itu mah lagu abah aku Mil," aku memang suka lagu jadoel. Dan setelah itu aku tertawa. Rupanya, si penyiar radio ini sedang galau. Sungguh, berbicara tentang jodoh itu menjadi sesuatu yang tak bisa dipungkiri. Aku juga jadi bingung, siapa jodoh aku? Padahal kita masih semester 4, tapi perbincangan tentang jodoh menjadi sangat mudah diserap otak dari pada membicarakan tentang isme-isme apa pun itu.
Ketika aku menjadi sangat pusing atau sesuatu yang mengganggu tubuhku sedang mengigau, seketika aku berubah menjadi sosok yang paling baceo di grup kelas.
"Malam ini kita berdiskusi tentang cinta"
Tiba-tiba grup jadi rame. Jemariku menjadi sangat lincah, ketika perbincangan tentang cinta sedang panas-panasnya. Apalagi, di kelas sempat ada yang pernah terjerat cinta lokasi, tapi tak lama.
Malam berikutnya, malam Minggu. Aku bersuara lagi,"Malam ini kita berdiskusi tentang jodoh" tidak kalah ramai dari sebelumnya. Bahkan, Resti, sekertaris kelas, mencari arti jodoh dari KBBI. Beberapa pertanyaan diajukan, "benarkah yang memiliki kemiripan itu jodoh?, lalu siapakah sebenarnya jodoh seseorang yang kawin cerai atau ditinggal mati lalu nikah lagi?, bisakah kita memilih jodoh? Adilkah kita memilih jodoh?," dan masih banyak lagi.
Aku geleng-geleng kepala. Asa lieur, jangar, rieut kana sirah. Meni sakieuna mikiran jodo.
***
Sampai akhirnya aku sama Mia memilih untuk berpuisi setelah saling mengirim lagu.
Yang tak menarik ditinggal
Tak dilirik dan terbuang
Pasrah, dibuang atau dibakar
Pasrah, dijadikan sampah
Atau dikasih kepada orang
Jadi perjodohan kita
Antah berantah kesananya
Yang laku gonta-ganti seenaknya
Bangga menjadi barang bekas
Padahal, setia bukan seperti itu
Dan setia,
Bukan memakainya hingga robek
Compang-camping tak terurus
Kasih....
Kamu sinting
Bingung mikirin jodoh, Line, April 2016
***
Dipertengahan perbincangan, Mia mengutip kisah-kasih Yusuf dan Zulaikha.
Ketika Zulaikha mengejar cinta Yusuf, Yusuf tidak merespon. Tapi ketika Zulaikha mengejar cinta Allah, Yusuf yang mengejar cinta Zulaikha
"Jadi aku akan mengejar cinta Allah agar diberi yang mencari aku," pungkas Mia kepadaku di pagi itu.
Ngobrol Puisi
0 komentar:
Posting Komentar