Reading
Add Comment
Aku menertawai mereka yang sedang menunggu,
Di tengah-tengah insyaf yang ragu,
Di selasar lagu yang merdu.
Aku menertawai mereka yang sedang jatuh pada-Mu
Menunjuk keagungan-Mu pada orang lain,
Tapi dirinya masih begitu.
Aku tertawa sesukaku,
Menertawai kesopanan mereka yang pura-pura
Menertawai cinta mereka yang buruk rupa
Menertawai rindu yang tak usai juga.
Aku menertawai diriku sendiri,
Karena ketika bercermin,
Tak ubahnya aku seorang monyet yang berjilbab
Aku seorang monyet yang shalat jungkir balik
Aku seorang monyet yang pergi ke pasar memakai payung
Dan aku seorang monyet yang mereka kasih uang dan tepuk tangan.
***
Kemarin aku terkesima, ketika seorang sastrawan bilang 'RUJIT ANJING!!!' Maka begitulah aku menghina diriku sendiri. 'RUJIT ANJING!!!' begitulah hatiku berkata padaku.
Puisi
0 komentar:
Posting Komentar