Entah Berentah

Ilustrasi: (Dok.Net)

Bangkai-bangkai puisi berjajakan di mana-mana
Para sayyidina sastra marah besar
Karena kata-kata kini tidak diwirid 
Gumam-gumam sajak bak air bekas berkumur

Syeikh puisi, kini berwajah masam
Karena banyak puisi seperti cuka
Kecut!!!
Ah, kecut

Maka kata-kata apalah yang membuat negeri ini terbelalak
Serupa preman melahap seblak
Atau semacam banci menyantap rujak
Pedas!

Karena ternyata, 
Sastrawan-sastrawan di sini
Adalah sastrawan yang doyan di kamar
Sastrawan yang fobia matematika
Dan sastrawan terlalu memaksakan diri

Ah, 
Konon, puisi zaman ini adalah puisi yang mengerang
Puisi-puisi yang lahir tanpa diazani
Puisi-puisi yang zalim
Puisi-puisi yang tak lazim

O, puisi...
Harus bagaimana aku padamu?

Bandung, 2016

0 komentar:

Posting Komentar

My Instagram