Reading
Add Comment
Berjoget ria di bawah diskusi para bintang
Langit berwarna nevy
Telah berhasil menggigilkan purnama hati
Gempita dinar
Di balik kidung embun
Ada nestapa yang bersembunyi di rumput yang berjanggut
Serat-seratnya tertawa geli, lucu sekali
Sembari menjelajah waktu menanti imsak
Secangkir wiski mungkin nikmat disantap
Apalagi kabut-kabut sedang karnaval ramai-ramai
Tapi untuk apa aku bangun sepagi ini
Jika bukan untuk mencintai Tuhan
Ah, meski wiski bergelantungan di dahi
Dengan nama Tuhan, aku bisa menangkal birahi
Bandung, 2016
Puisi
0 komentar:
Posting Komentar