Seperti Apa Lagi?

Ilustrasi: (Dok.Net)


Seperti puisi dalam dua gelas kopi
Kamu merong-rong ke dalam esofagusku
Derik sendok di sela-sela sendi gelas
Menyeruak menuju rumah siputku

Seperti puisi dalam dua gelas kopi
Kamu menyentuh rongga malam yang melankoli
Siapa sangka Tuhan tak peduli?
Kalau bukan rencana Tuhan mengalir di nadi?

Seperti dua gelas kopi
Dua pasang mata saling menyuapi
Saling suap diksi-diksi
Tanpa payah mulut berpuisi
Jika hati sudah saling mengamini

Seperti puisi tanpa kopi
Seperih diksi tanpa isi
Sepedih rindu tanpa permisi
Lalu seperti apa lagi?

Bandung, 2016

0 komentar:

Posting Komentar

My Instagram