Reading
Add Comment
Tahtanya runtuh digulingkan logika
Meronta dalam nestapa
Asa hanya luka
Mencoba berdiri menahan emosi
Ia kalah tercabik sunyi
Ibu tak pernah berburu, karena ia ratu
Menjadi ratu adalah tugas pemersatu
Rasa, teruma cinta dominan dalam dirinya
Memeluk dengan kata, membuatku tak lagi buta
Kelak, aku ingin kau seperti ibu. Menjadi ratu
Hujan air mata tatkala mereka tiada
Ku tak sempat berteduh, payungku di robek derita jiwa
Senang tak lagi ku kenang
Tawa menjadi terlupa
Aku menjadi pangeran penakut
Singgasanaku putus asa penuh lumut
Rakyatku pencemburu akut
Kepuasanku ada di dalam perut
Kau ratu yang mengingatkanku pada ibu
Dengan Hijab merah muda, kau sadarkan aku anak seorang pemangsa pemangsa
Mungkin kau tak berkenalan dengan cinta, padahal aku sudah lebih dahulu tahu dari semesta
Hai ratu, kenalan aku seriga berbahaya.
Ayahku logika, Ibuku rasa
Bandung, Juni 2016
Puisi
0 komentar:
Posting Komentar