Terserah

Ilustrasi: dok.net

Mau kau sebut aku monyet, babi, anjing atau pun iblis
Terserah!
Aku benci rumah
Tempat pulangku menjadi neraka 
Menjadi pesakitan di antara reruntuhan luka
___________________

Setiap berangkat ke sekolah setiap pagi, aku menjadi amarah, amarah yang sudah candu. Aku memelas, aku merengek, tapi tidak ada yang mengusap pundakku lalu mengucap sabar. Tidak ada. Aku berjalan menuju sekolah dengan pipi penuh air mata, bibirku gemetar menahan tangis. Di usia sedini ini, aku sudah berontak.

Pak, mah, tahan sebentar amarah itu, aku menganggap dirikulah sosok yang selalu salah terlahir darimu. Ini semua membuatku ingin hilang, pergi sangat jauh, aku ingin menangis di bahu iblis.

Kenapa menjadi mencekam tatkala bangun di pagi hari? Denyut nadiku seakna-akan pecah. Entah kepada siapa aku harus bekeluh kesah selain kepada Tuhan? Apakah dirimu akan mengerti?

2016

0 komentar:

Posting Komentar

My Instagram