Reading
Add Comment
![]() |
| Ilustrasi: dok.net |
Adalah malam yang sedang renggang denganku. Di kejauhan ada banyak orang yang melihatku, lalu membisikkan namaku kepada temannya, 'oh ini yang waktu itu kau ceritakan?' sebatas itu, mataku melihat, hatiku tersentak.
Aku tak bebas, orang-orang sudah hapal kegosonganku. Mengorek-ngoreknya sampai tuntas. Tidak ada kerjaan. Akhir-akhir ini aku menjadi cabul kepada abjad, menjadi agresif kepada diksi, dan menjadi candu kepada alenia. Aku tak punya waktu untuk memikirkan hal gila sepertimu.
Adalah malam tanpa bayang-bayang surga, aku tersipu kepada beribu setan yang meruntuhkan luka-luka parah. Tergelatak di remah paruku. Ini hanya persoalan sederhana yang selalu menggenang di hati dewasamu itu.
Syahdan, teruslah kau mengacak-ngacak diriku sampai engkau memuntahkan seluruh ususmu. Karena sedari dulu aku telah usai menuju pulangku. Dan engkau pergilah, selamat salah paham!
Tapi aku masih tak bebas dalam beberapa hal mengenai lamunanku. Tempat pulangku untuk jumpa dengan-Nya.
2016
0 komentar:
Posting Komentar