KEPADA YUSYA BIN NOON

Dok.Net



Di balik lutut, di sanalah ketiak kakiku. Aku menghimpit beribu puisi yang kedinginan di dalamnya. Belum pernah kumandikan dia, padahal dia harus bertemu kekasihku. Yusya bin Noon.

Bisakah engkau mendatangkan Mikail kepadaku? Suruhlah ia membelah dadaku dan simpan Tuhan di dalamnya. Jangan lupa rapatkan kembali. Tanpa luka tanpa rasa nyeri.

Orang-orang akan bingung, apakah aku menduakan Jibril? Aku hanyalah perempuan berkulit usang yang hidup di dalam imajinasi, akan kujawab seperti itu. Tapi engkau adalah puncak suaka ilusi, aku rindu kepadamu, Yusya!

2017

0 komentar:

Posting Komentar

My Instagram