Reading
Add Comment
![]() |
| Dok.Net |
(1)
Komputerku sudah renta, cahayanya sudah keriput dan bermandikan debu. Atas dasar pengejawantahan semua kata kini menjadi semak belukar, yang membungkus semua ketiplak hujan. Leherku menjadi sakit. Aw!
(2)
Orang-orang menghisap hokah di sela-sela kacaunya. Sedangkan, telapak tanganku kini seperti asbak, yang mewadahi beribu-ribu sekar hujan dan air mata tanpa tangisan. Hingga jaringan epidermisku semakin kaku. .
(3)
Dan lalu, rebahan bumi kutiduri. Nyenyak tertidur di dada-Nya yang sejuk, nun jauh di malakut. Lantas aku tersadar, aku adalah tunagrahita yang kekenduran dalam pelukan sayap-sayap tanpa permata.
2017
Puisi
0 komentar:
Posting Komentar