Reading
Add Comment
![]() |
| Dok.Net |
Semua retorika telah bersujud dan uluk salam kepada mulut-mulut kering. Bulu matanya yang terbuat dari jarum-jarum itu mengkilap, saling beradu, lalu menimbulkan suara harmoni. Kemudian matanya lelah dan terkatup secara perlahan.
Di alis itu bergelantungan setan-setan, berbisik, menjerit, dan menangis. Wajahnya seketika mewujud emeraldin. Burung kasuari mematuk-matuk hidungnya hingga memiliki tiga lubang.
Milaku, adakalanya Aljalil memberikanmu kekuatuan di balik diam, di tengah kesendirian, di antara keterasingan, dan di sela-sela keterpurukan. Milaku, bila yang lain masih saja menggurutu, Aljalil memiliki kuasa yang tak bisa dibantah.
Semuanya adalah retorika. Tentang bagaimana dirinya bisa berdialog dengan Tuhan, tentang bagaimana mulutnya membicarakan ketidakadilan. Tenanglah Milaku, Aljalil memelukmu.
2016
Puisi
0 komentar:
Posting Komentar