Reading
Add Comment
| Ilustrasi: (Dok.Net) |
Karena tubuhmu menyimpan sejuta alasan, tentang kenapa aku bertahan, tentang kenapa aku memuja, dan tentang kenapa semua itu kumaknai dengan cinta.
Karena aku pernah tersanjung di bilangan napasmu, yang tak pernah sedikit pun berhembus kepadaku. Biarlah aku mencimtaimu sendirian. Sebab itulah kesenian luka yang tak terlihat.
Karena kau pernah melihatku dan menghantarkan getaran-getaran ambigu di hatiku. Tentang bibirmu yang tak hentinya mengepulkan asap-asap, yang kau sebut ketenangan.
Karena mungkin Tuhan mengirimku kamu yang membuatku terjurumus dan terhunus cinta yang entah.
Bandung, 29 Desember 2015
Puisi
0 komentar:
Posting Komentar