Reading
Add Comment
![]() |
| Ilustrasi: (Dok.Net) |
Hujan, kau merisaukanku saat ini
Risauku sebanyak rintik hujan
Yang Kau turunkan ke bumi
Juangku tak berkesudahan saat ini
Jendela-jendela ini berbuih
Menyapa debu-debu yang ditemuinya
Uh, persetan!
Kecerobohanku membumi
Seperti kecerobohanku menyukaimu
Yang kamu sendiri tak pahamiku
Tuhan tidak tidur
Maka ini akan menjadi makna yang indah
Tatkala aku berhasil menaklukan keduanya
Dan, dirimu
Kampus hijau, hujan Januari 2016
Puisi
0 komentar:
Posting Komentar