Menakar Syiah dan Sunni

Judul buku      : Kebangkitan Syiah, Islam, Konflik, dan Masa Depan
Penulis             : Vali Nasr
Alih bahasa     : M. Ade Murteza
Penerbit           : Diwan Publishing
Cetakan           : 1, 2007
Tebal buku      : 324 halaman
ISBN               : 978-979-25-4054-3

Vali Nasr merupakan anak Syed Hussein Nasr, seorang ilmuwan dan pemikir Islam yang sangat terkenal di dunia, Vali Nasr lahir di Iran pada 20 Desember 1960. Buku-bukunya telah menghiasi khasanah pemikiran Islam dengan  memberikan dekorasi intelektual di setiap tulisan-tulisannya. Oleh sebab itu, berkat buku-bukunya yang berbobot, dan mampu membuka tabir keilmuan tentang Islam atau pengetahuan lainnya dengan pengamatan yang matang dari segi sejarah, politik, sosial, dan sebagainya, menjadikan penulisan bukunya telah diterbitkan dalam berbagai bahasa. Gelar Phd/doctornya diselesaikan di salah satu universitas bergengsi di Amerika yaitu MIT.
Buku ini membedah mengapa nasionalisme mulai menghilang dan lebih menjelaskan keadaan yang menyebabkan terjadinya proses kebangkitan syiah. Di abad ini menulis dan mengemukakan tentang syiah tidak akan pernah terlepas dari sosok ayatullah Khomaeni. Vali Nasr, menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi di Negeri Iran dari diafragma lensa seorang Iran. Vali Nasr pun menjelaskan tentang bagaimana konsep-konsep dasar dari pemikiran ayatullah Khumaeni dan membandingkannya dengan para ayatullah di Iran.
Bagi Syiah kesyahidan Husain merupakan peritiwa historis yang takkan ada padanannya, sebuah titik sejarah dan manifestasi metahistoris suatu kebenaran. Peristiwa Karbala adalah sejarah bagi Sunni. Sebaliknya, bagi Syiah, peristiwa Karbala merupakan awal dari pemikiran dan keyakinan. Karbala menggambarkan kesempurnaan ajarann Syiah, yaitu dedikasi kepada para Imam sebagai suatu keyainan dan komitmen dalam menegakkan keadilan, ketika berhadapan dengan kekejaman atau tirani.
Penyebaran ajaran Syiah tidak bisa dihindari untuk tidak erat terkait dengan panggung kekuasaan, sebagai harga yang harus dibayar untuk sebuah keyakinan. Pertikaian politik tidak pernah luput dari kaca mata sejarah perkembangan Islam antara berbagai dinasti yang berkuasa dan keyakinan di bilangan noktah Islam, yakni perang politik Sunni dan Syiah. Syiah menghayati nasionalisme dengan antusias.
Menyiasati nasionalisme Sunni-Syiah pada dasarnya menuai konflik yang berasal dari hal-hal sepele hingga menyinggung hal-hal besar yang mampu membuat keduanya saling bertahan dengan kepemilikan ideologi masing-masing. Keduanya menyebarkan ajaran-ajaran mereka di berbagai belahan dunia. Kejayaan keduanya pun silih berganti dan mengelami kondisi fluktuatif yang dramatis. Kekuasaan Syiah tidak pernah luput dari perjuangan beberapa tokoh penting. Sehingga, Syiah menjadi mayoritas di beberapa titik Negara di Timur Tengah.
Munculnya para ayatullah di Iran, khususnya ayatullah Khumaeni sebagai sosok penting revolusi Iran, mampu mendobrak gairah dan menciptakan pegorbanan demi keyakinan sebagai atribut sentral politik revolusioner Syiah untuk mempertahankan Republik Islam.
Kondisi Timur Tengah karut marut semenjak hadirnya berbagai serangan dari Amerika Serikat beserta sekutunya. Pada 2004 saat Saudi Arabia melakukan pengeboman di Baghdad dan Karbala serta menewaskan 143 orang syiah yang sedang memperingati Asyura, Amerika berada di pihak Saudi Arabia yang mendukung hak-hak Sunni untuk mendapatkan kekuasaan di wilayah tersebut. Kebangkitan Syiah membentuk perlawanan yang paling kuat dan menentang bagi ekstrimis Sunni dan Wahabi. Masa depan Timur Tengah tidak akan lebih baik dari masa lalu, selama konflik sektarian masih terus membayang-bayangi.
Keunggulan yang dimiliki buku ini adalah menguak perseteruan kritis antara Syiah dan Sunni yang menjadi penentu kepemimpinan Islam di masa depan. Penulis menggunakan analisa yang sangat dalam mengenai apa yang terjadi di masa itu. Dari segi bahasa, buku ini menggunakan kosa kata yang mudah dimengerti, seperti penggunaan judul buku yang dapat memikat hati pembaca. Dari segi cover, layout yang digunakan cukup menarik karena disisipkan foto-foto tokoh Syiah dengan bentuk bulan-bintang sebagai simbol Islam dan menyisipkan komentar dari penulis buku A History of God, Karen Armtrong. Latar belakang penulis pun menjadi pemicu keunggulan buku ini.

Buku ini layak dibaca bagi siapa pun yang ingin mengetahui tentang kebangkitan Syiah, siapa itu Syiah, ada apa dengan Sunni dan Syiah. Keadaan Indonesia saat ini seringkali menuai konflik tentang Sunni-Syiah dari berbagai forum diskusi, sehingga buku ini mampu menjadi rujukan utama dalam hal itu. Secara keseluruhan buku ini adalah harta karun informasi, analisa, dan kritis akan kompleksitas perseteruan berdarah dalam dunia Islam  dan hubungannnya dengan dunia barat. [Mila Nur Azizah]

0 komentar:

Posting Komentar

My Instagram