Reading
Add Comment
![]() |
| Ilustrasi: (Dok.Net) |
Tertanda, perempuan malam
Ayu dalam gubuk tiga perempat
Kasur busa yang ditidurinya
Semakin lapuk
Dan sebagai kebisuan si biduan
Tembok-tembok lembab berlumut
Cat berwarna kuning itu luntur
Dalam relung kata tutur
Jelang takdir jemput maut
Ruangan itu berbaur dalam kemasifan dosa
Bersemayam dalam Ayu begitu jalang
Selama hidupnya diteduhi dosa-dosa
Dan arak yang bersoda
Ayu
Pembengkakan paru-parumu
Membuatmu sulit bernapas
Bahkan kau tak tahan atas derita ini
Ayu
Kursi adalah kenikmatan bagiku
Dia menemaniku dalam sepi
Kita saling bercumbu
Ayu
Kesakitan adalah kenikmatan bagiku
Dia menemaniku dalam sepi
Kita saling bercumbu
Tenanglah, jika Tuhan kita sama
Kita akan sama-sama dimaafkan
Bandung, Maret 2016
Puisi
0 komentar:
Posting Komentar