Reading
Add Comment
![]() |
| Ilustrasi: (Dok.Net) |
Burung-burung
gagak bersahutan
Berkolaborasi dengan jingkraknya pasukan jangkrik
Memecah imsak
dengan lengkingannya
Mengundang fajar
dengan bulu hitamnya
Dan merelai
siang dengan gelapnya
Kabut-kabut
payau
Mengulum nebula
Hari nyepi
semakin ramai
Dengan gema
takbir
Dan festival
Eklips,
menjadi headline semua media
Tentang paradoks,
mitos, hingga sejarah
Terlalu pagi
dikatakan malam
Mungkin
malam masih ingin terlelap
Karena siklus
tidurnya tak teratur
Maka ia
sahaja menggelapkan pagi
Dan meminjam
siangnya
Mungkin rembulan
itu penikmat kopi
Sehingga banyak
malam ia berjaga
Membelai mentari
di bayangnya
Membuai gemintang
di sekitarnya
Rembulan itu
ingin rehat lebih lama
Ternyata ia
diam-diam menghanyutkan
Tiba-tiba
saja perkosa siang dengan sabitnya
Tiba-tiba
perkosa siang dengan gelapnya
Bandung,
gerhana matahari total 9 Maret 2016
Puisi
0 komentar:
Posting Komentar