Hujan Jam Segini 2

Ilustrasi: (Dok.Net)

Hujan jam segini
Jas hujan bagai daun talas
Tak setetes pun
Air meresap

Tapi di antara erangan motor di jalanan
Jari-jarinya kesakitan
Ia berputar terus, melawan arus
Rintikan air yang kurus

Jalanan terasa sunyi
Bagai jiwa spiritual yang rugi
Aku menunduk sepi
Manatap trotoar keji

Aku berjalan terus
Punggungku ditunggangi tas berat

Kenapa langit menangis kepadaku?
Kenapa langit menindihku dengan air-air ini?
Aku terus berjalan di antara banyak tanya
Tanya tentang aku, kamu, dan langit yang menangis

Hujan jam segini
Lagi, lagi

Bandung, Maret 2016

0 komentar:

Posting Komentar

My Instagram