Reading
Add Comment
Jaket coklatku terasa hampa
Tatkala saku-sakunya kurogoh
Sela jemariku terhunus angin
Pilu malam, sungguh pilu
Pijak kakiku gemetar
Di jam sebelas malam
Di malam Jumat
Aku tersudut di suatu ruang hijau
Mataku terlunta-lunta
Sosok wanita cantik itu
Hadir di luar kaca depan pak sopir
Lalu ia menatapku
Satu kedipan dia menghilang
Lantas aku menoleh ke belakang
Serasa ada sentuhan halus di pundakku
Tapi dia menghilang kembali
Lajunya semakin cepat
Hembusan angin berkecinambung
Dalam lumbung zona lambung
Jaket coklatku terasa hampa
Siapa wanita itu?
Yang muncul, lalu pergi
Siapa wanita itu?
Yang menyentuh, lalu pergi
Sedang, jalanan semakin sepi
Di dalam sini hanya aku sendiri
Dan pak sopir yang menyetir
Persetan, ruang hijau!
Bandung, Marer 2016
Puisi
0 komentar:
Posting Komentar