Tinta, Nista, Alkohol, dan Sabda

Ilustrasi: (Dok.Net)
Ada yang bersabda kepadaku. Tentang peluru tinta yang gagal. Katanya aku harus berubah. Lantas, apa yang harus aku ubah? Tuhanku? Tuanku?!

Ada yang bersabda kepadaku. Tentang jelmaan kenistaan. Katanya aku perlu amunisi. Tapi, lidahku belum sampai pada arsy.

Ada yang bersabda kepadaku. Tentang kegurihan alkohol di sela-sela galau. Katanya dia bisa membuatku senang. Bisa membuatku menangis sejadi-jadinya. Tapi, aku masih ingat sabda Tuhan.

Lalu, aku bersabda pada diriku. Tentang pemikiranku yang sedewasa ini. Tentang nalarku yang selucu ini. Dan tentang semuanya hingga tentang rindu kepunahanku.

(M), Bandung, Maret 2016

6 komentar

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  2. Balasan
    1. Iya Nad, jadi apakah si aku dalam puisi tersebut harus mengubah Tuhannya atau tuannya.

      Hapus
    2. Entahlah, aku gak ngerti mil.

      Hapus
    3. Iya begitulah 👻👻👻👻

      Hapus
    4. Entahlah, aku gak ngerti mil.

      Hapus

My Instagram