Reading
6
Comments
![]() |
| Ilustrasi: (Dok.Net) |
Ada yang bersabda kepadaku. Tentang jelmaan kenistaan. Katanya aku perlu amunisi. Tapi, lidahku belum sampai pada arsy.
Ada yang bersabda kepadaku. Tentang kegurihan alkohol di sela-sela galau. Katanya dia bisa membuatku senang. Bisa membuatku menangis sejadi-jadinya. Tapi, aku masih ingat sabda Tuhan.
Lalu, aku bersabda pada diriku. Tentang pemikiranku yang sedewasa ini. Tentang nalarku yang selucu ini. Dan tentang semuanya hingga tentang rindu kepunahanku.
(M), Bandung, Maret 2016
6 komentar
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusTuhanku? Tuanku?
BalasHapusIya Nad, jadi apakah si aku dalam puisi tersebut harus mengubah Tuhannya atau tuannya.
HapusEntahlah, aku gak ngerti mil.
HapusIya begitulah 👻👻👻👻
HapusEntahlah, aku gak ngerti mil.
Hapus