Diam

Ilustrasi: (Dok.Net)

Diana yang cantik itu merekam dirinya di depan aplikasi kamera modern. Diana senyum-senyum sendiri, girang sendiri, heboh sendiri. Tak lama kemudian, di beranda instagramku muncul beberapa foto Diana.

Alisnya seperti Shinchan, bibirnya semerah bibir Snow White, pipinya semerona pipi Maruko Chan. Tapi, laki-laki menyebutnya cantik. Padahal Diana menipu mereka.


Lalu, aku menyeduh susu kental di pagi itu. Menyiasati kecantikan perempuan. Di dalam diamnya air susu.

Maka aku pun diam, karena pada dasarnya ternyata begitulah cantik menurut mereka. Dan aku lebih diam lagi, karena seperti Diana itu menyakitkan.

Anehnya, di saat perempuan disebut cantik, mereka lebih sering gunta-ganti warna lipstik. Aku kasihan, nanti laki-laki yang menyukaimu, berpuisi tentang merona bibirmu yang palsu. Terlebih wajahmu yang cantik itu.

*Diana: tokoh dalam lirik adalah fiktif.

Bandung, April 2016

0 komentar:

Posting Komentar

My Instagram