Reading
Add Comment
![]() |
| Ilustrasi: (Dok.Net) |
Aku mendongak ke arah matamu
Leherku menikuk ke dalam duri-duri kaktus
Kamu ternyata imitasi iblis-iblis jelata
Dan bagian dari setan-setan jelita
Cangkir kopimu dibalut lazuardi
Sendoknya seelok seroja biru
Kamu terduduk di kursi kerajaan alengka
Ditemani wanita-wanita bertubuh beludru
Lalu membayangkan,
Betapa enak terlelap di pahanya yang empuk
Sesaat setelah aku menyentuh bahumu,
Kamu berkata, aku di mana?
Bandung, April 2016
Puisi
0 komentar:
Posting Komentar